BANYUMAS– Bicara demokrasi di mata millenial adalah bicara harapan dan cita-cita bersama. Substansi dari demokrasi adalah bersepakat mencapai tujuan bersama, untuk hidup bernegara yang lebih baik. Satu keunggulan Indonesia dibandingkan dengan negara lain adalah memiliki bonus demografi. Hampir 60% penduduk Indonesia adalah generasi millenial dan generasi Z, jika bisa bergerak bersama, maka Indonesia bisa menjadi raksasa ekonomi dunia di tahun 2045.
Itu dikatakan Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Banyumas, Balqis Fadilah, saat ‘Pelatihan Dasar Kepemimpinan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)’ Komisaritat SMK Pertanian PPHQ Pekuncen, di Aula Balai Desa Tumiyang, Pekuncen, Minggu, 6 Februari 2022.
Menurut Anggota DPRD Banyumas itu, untuk mewujudkan itu semua, perlu partisipasi bersama untuk menjaga dan merawat demokrasi. “Anak millenial tidak boleh alergi dengan politik. Karena dalam alam politik yang sehat itulah demokrasi bisa dijalankan dengan baik,” katanya.
Anak muda, lanjut Balqis, tidak boleh sekadar jadi obyek politik. Tapi harus menjadi subyek. Maka harus kritis dan berani untuk memperjuangkan nasib dan masa depannya.
“Jadi makna demokrasi di mata millenial adalah, lahirnya anak-anak muda yang tidak alergi dengan politik. Tidak malas berkreasi, tidak mati dalam berinovasi. Dan saya sebagai wakil rakyat siap bersama adik-adik IPNU/IPPNU mewujudkan harapan itu, untuk Indonesia yang lebih maju,” tutupnya.
Peserta pelatihan antusias mengikuti materi tersebut. Terbukti sejumlah pertanyaan mencuat pada forum itu.
Penulis: Khotibul Umam