PURWOKERTO– Sampai Rabu siang 4 September 2024, belum ada lagi pasangan calon bupati-wakil bupati yang mendaftar ke KPU Banyumas. Sehingga kemungkinan perhelatan Pilkada Banyumas hanya akan ada satu pasangan calon, yakni Sadewo Tri Lastiono dan Dwi Asih Lintarti.
Jika hal tersebut terjadi, maka Pilkada 27 November mendatang, pasangan Sadewo-Lintarti bakal melawan kotak kosong.
“Sampai siang ini, pukul 13.00 wib, belum ada lagi yang konfirmasi akan mendaftar. Tetapi kami tetep tunggu sampai pukul 23.59 wib,” kata Komisioner KPU Banyumas Divisi Teknis Penyelenggaraan, Sidiq Fathoni, Rabu (04/09/2024).
Dikutip dari serayunews, jika pasangan Sadewo-Lintarti menang saat pelaksanaan pilkada, maka mereka akan memimpin Banyumas lima tahun mendatang. Namun, ketika kotak kosong yang mendapat suara terbanyak, maka Penjabat (Pj) Bupati yang akan memimpin Banyumas.
Pakar politik Fisip Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Ahmad Sabiq menyampaikan, secara legitimasi politik, bupati definitif tentu lebih kuat dibandingkan Pj Bupati.
“Sebab, bupati definitif adalah pilihan rakyat dan mendapat legitimasi yang kuat. Legitimasinya kuat karena mendapat mandat politik dari rakyat,” katanya.
Legitimasi politik Pj, tidak sekuat bupati definitif. Karena Pj bupati bukan pilihan langsung, melainkan penunjukkan pemerintah.
“Pj Bupati itu lebih fokus pada tugas-tugas dalam pembangunan, administratif dan kelangsungan pemerintahan,” ujarnya.
Editor: Khotibul Umam