PURWOKERTO-Ribuan anggota Fatayat NU di Banyumas tumpah ruah ikuti acara senam massal dan Deklarasi Setop Perkawinan Anak dan Dekralasi Pemilu Jujur, Damai serta Bebas Money Politic memperingati Konfercab Fatayat NU Kabupaten Banyumas ke 10 yang dilaksanakan di Alun-alun Banyumas, Minggu (16/07/2023).
Acara dihadiri Bupati Banyumas Ir Achmad Husein, Kapolresta Banyumas, Dandim 0701 Banyumas, Ketua PCNU Banyumas, Kepala Kemenag, Ketua KPU Bawaslu, Kepala DPPKBP3A Banyumas, PC Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Banyumas Eva Lutfiati Khasanah, S.Pd.I., beserta perwakilan 308 ranting Fatayat di 27 Kecamatan di Banyumas, dengan total peserta sekitar 1.601 orang.
Bupati Banyumas Ir Achmad Husein mengatakan, perkawinan anak itu dari 80 % data yang ada, gagal dalam rumah tangga karena secara psikologis mereka tidak siap, secara keuangan mereka juga tidak bisa mencari uang dengan baik. Mereka masih memerlukan pendidikan, mereka masih anak-anak, dan mereka masih suka bermain sehingga diberi tanggung jawab keluarga yang besar akibatnya berantakan. Jadi akan menunda/memutus prestasi anak itu sendiri, dan memberi beban keluarganya.
“Selain memberikan contoh hidup sehat di lingkungan sekitar, Fatayat sudah memiliki banyak kontribusi di Indonesia khususnya di Kabupaten Banyumas,” tutur Achmad Husein.
Ketua PC Fatayat NU Banyumas Eva Lutfiati Khasanah, S.Pd.I. menyampaikan PC Fatayat NU Kabupaten Banyumas beserta 27 PAC Fatayat NU se-kabupaten Banyumas mendekralasikan pernyataan sikap terkait pemilu yang damai dan berintegritas.
Memandang perlu bahwa pemilu tahun 2024 adalah proses demokrasi yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara. Pemilu 2024 akan memilih presiden, wakil presiden, anggota legislatif dari tingkat pusat, provinsi dan Kabupaten/kota, maka kami bersikap dan mendorong pemilu harus dijalankan secara jujur, adil dan bermartabat serta mengedepankan etika dan kepentingan bersama untuk melanjutkan suksesi negara Indonesia yang aman, damai demi Indonesia yang maju dan sejahtera.
Pemilu adalah ajang rekonsiliasi nasional untuk mendapatkan pimpinan-pimpinan terbaik bangsa dan bukan sebaliknya menjadi pintu terjadinya pembelahan politik yang potensial merusak integrasi bangsa.
Oleh karena itu, Fatayat mendorong semua pihak agar tidak melakukan segala bentuk money politik, penggunaan isu SARA, politik identitas, ekploitasi perempuan dan anak dalam penyelengaraan pemilu 2024.
Eva juga menghimbau kepada seluruh pemilih perempuan khususnya dan kepada semua pemilih dalam pemilu 2024 agar tidak apatis/masa bodoh dalam pemilu 2024. Cerdas dalam memilih calon legislatif dan calon presiden serta wapres yang memperjuangkan kepentingan rankyat pada umumnya, dan kepentingan perempuan secara khusus. Ikut menjadi agen pemilu yang bermartabat dan agar menggunakan hak pilihnya secara bertanggungjawab dan bermartabat.
“Kegiatan ini adalah bentuk syiarnya Fatayat, untuk memasyarakatan senam fatayat kepada masyarakat biar paham, Fatayat tidak hanya bisa berorganisasi tetapi juga ada kegiatan-kegiatan yang lain, terangnya.
Sementara itu, Pengurus PAC Fatayat NU Pekuncen, Balqis Fadillah menyebut, acara massif dan massal seperti senam ini sangat bermanfaat bagi fatayat. “Acara seperti ini sangat bermanfaat, seain berguna untuk kebugaran, senam massal juga sebagai ajang silaturrakhmi sahabat-sahabat Fatayat.
Editor: Khotibul Umam