BANYUMAS-Sudah saatnya produsen UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) bekerja sama dengan pelaku usaha baru yang mengikuti pelatihan. Dengan begitu, perbaikan ekonomi khususnya masyarakat pedesaan.
Itu dikatakan Anggota DPRD Banyumas, Balqis Fadillah, Rabu, 13 September 2023, di Balai Desa Glempang, Pekuncen, Banyumas, saat membuka ‘Pelatihan Kewirausahaan Pengenalan Budidaya dan Pembuatan Olahan Makanan Berbasis Jamur’.
“Pelatihan ini sangat berguna bagi calon pelaku usaha baru. Setelah selesai mengikuti pelatihan, diharapkan bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan produsen atau pengusaha berbasis jamur yang sudah ada. Di Desa Glempang ini kan sudah ada produsen jamur. Semoga pelatihan ini bisa memicu semangat calon pelaku usaha baru,” kata Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Banyumas itu.
Balqis menambahkan, kini ada Panitia Khusus (Pansus) di DPRD Banyumas terkait distribusi dana bergulir untuk para pelaku UMKM. 30 peserta pelatihan di Desa Glempang itu bisa betul-betul serius mengikuti pelatihan selama 3 hari. Sehingga selesai pelatihan peserta bisa langsung mengaplikasikan hasil pelatihan.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Dinas UMKM Banyumas, Ani Widosari menyebut, pelatihan budidaya bisa mendongkrak ekonomi. Sehingga di Banyumas tidak ada lagi desa miskin. “Jangan mau disebut desa miskin. Pelatihan ini bisa membuat makanan olahan berbasis jamur. Karena jamur bisa diolah jadi kripik, sriping dan lain-lain,” katanya.
Ani mengatakan, di Dinas UMKM Banyumas tersedia ada dana bergulir, untuk modal usaha berbasis UMKM. Dana itu dipinjamkan kepada pelaku usaha, dengan pengembalian melalui BKK. Modal usaha akan cair jika sudah diverifikasi.
“Syaratnya harus sudah punya usaha mikro yg berkelompok. Satu kelompok 10 orang untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Syaratnya bikin NIB, foto copy KTP, KK, foto-foto produk. Ini sifatnya modal atau kredit tanpa agunan. Tahun pertama Rp 25 juta. Bisa sampai Rp 100 juta,” kata Ani.
Penulis: Khotibul Umam